The Facts of the Jellyfish's sting and the treatment

How do we treat a jellyfish sting? This is a full explanation about it.

Cari Tahu Kecerdasan Apa Yang Anda Kuasai

Pada dasarnya, manusia memiliki 9 kecerdasan utama sesuai dengan pembagian kecerdasan pada otak kita. Hanya saja kemampuan yang sangat dominan pada setiap orang berbeda. Cari tau disini kecerdasan apa yang lebih dominan pada diri anda.

4 Trend Masa Depan Berkaitan dengan Teknologi Ramah Lingkungan

Menyelamatkan planet ini dan mengurangi emisi adalah hal yang baik, tapi siapa yang mengatakan bahwa Anda tidak bisa bersenang-senang sedikit ketika melakukan hal itu?

Mempercantik Tampilan Rumah dengan 'Vertical Garden'

Pada masa sekarang, Vertical garden masih belum familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Jauh sebelum dikenal di Indonesia, masyarakat dari negara-negara yang memiliki lahan terbatas sudah memanfaatkan solusi ini.

Nokia X2-02, Musik Murah Dengan Easy Swap

Nokia sebagai raja ponsel dunia kembali luncurkan ponsel musik murah meriah. Kali ini dalam balutan Nokia X2-02, dedengkot asal asal Finlandia ini mengusung konsep dual SIM dengan easy swap.

Tampilkan postingan dengan label Tips and Technique. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips and Technique. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 April 2012

The Facts of the Jellyfish's sting and the treatment

This is the fourth post based upon my presentation given at the Wilderness Medical Society Annual Meeting held in Snowmass, Colorado from July 24-29, 2009. The presentation was entitled “Just When You Thought It Was Safe to Go Back in the Water.”” The topic was an overview of hazardous marine animals and it was delivered by me. In the previous posts, there was information about sharks, stingrays and scorpionfishes, and sea urchins. In this post, there is information about injuries from jellyfishes incurred in the marine environment.


Jellyfishes are stinging creatures with stinging “cells,” which are highly specialized and designed to inoculate prey with venom. There may be millions of these stinging cells on the tentacles or near the mouth of the animal. When the cells are stimulated, they shoot out a stinging thread that releases microscopic granules of venom into the victim.

The victim may suffer immediate burning pain, skin rash, blistering, allergic reaction, or a number of systemic symptoms, including neurological sydromes, low blood pressure, abnormal heart rhythms, difficulty breathing, abdominal pain, nausea and vomiting, diarrhea, muscle cramping, and many others.

Treatment should be swift in order to minimize the clinical syndrome.
  1. Rinse the wound with seawater or concentrated salt solution if possible. A gentle fresh water rinse may cause more stinging cells to discharge their venom. 
  2. There is growing support for hot water immersion therapy (113 degrees Fahrenheit or 45 degrees Centigrade), similar to that for a stingray or scorpionfish envenomation, for treatment of certain jellyfish stings. This recommendation emanates from experts in Australia. It is not known if this therapy is effective against North American, European, and non-Australian (Indo-Pacific) jellyfish species.
  3. Anticipate an allergic reaction and be prepared to treat with injectable epinephrine and/or oral antihistamines.
  4. Do not rub the wound.
  5. Wear protective gloves (double thickness of a surgical glove or a thick dishwashing glove preferred).
  6. If the sting is from the box jellyfish Chironex fleckeri, flood the area with topical acetic acid 5% (vinegar) immediately and with a continuous application for a minimum of 30 minutes.
  7. Remove large tentacle fragments with forceps.
  8. DO NOT apply the pressure immobilization technique.
  9. Other topical decontaminants that may work, depending on the jellyfish species, include isopropyl (rubbing) alcohol, dilute ammonium hydroxide (household ammonia), powdered bicarbonate (baking soda), unseasoned meat tenderizer (papain), papaya fruit or juice, or lime or lemon (citrus) juice.
  10. After decontamination, remove adherent nematocysts by applying shaving cream or a paste of baking soda and shaving with a sharp edge, such as a safety razor.
  11. For a mild skin reaction, apply a topical corticosteroid (“steroid”) cream, ointment or lotion.
  12. If the reaction is moderate to severe, a physician may prescribe a systemic steroid or administer a steroid injection.
  13. Anti-tetanus immunization is standard.
  14. Observe closely for development of a wound infection.
  15. If the sting is from the box jellyfish Chironex fleckeri, there is an antivenom available in certain locales. The true efficacy of this therapy is currently under scrutin.

Kamis, 09 Februari 2012

Cari Tahu Kecerdasan Apa Yang Anda Kuasai

Pada dasarnya, manusia memiliki 9 kecerdasan utama sesuai dengan pembagian kecerdasan pada otak kita. Hanya saja kemampuan yang sangat dominan pada setiap orang berbeda.
Berikut ini pembagian kecerdasan manusia dimaksud,


1.Kecerdasan Linguistik

Kecerdasan dalam mengolah kata-kata secara efektif baik bicara ataupun menulis (jurnalis, penyair, pengacara)
Ciri-ciri :
- Dapat berargumentasi, meyakinkan orang lain, menghibur atau mengajar dengan efektif lewat kata-kata
- Gemar membaca dan dapat mengartikan bahasa tulisan dengan jelas

2. Kecerdasan Matematis-Logis

Kecerdasan dalam hal angka dan logika (ilmuwan, akuntan, programmer)
Ciri-ciri :
- Mudah membuat klasifikasi dan kategorisasi
- Berpikir dalam pola sebab akibat, menciptakan hipotesis
- Pandangan hidupnya bersifat rasional

3. Kecerdasan Visual-Spasial

Kecerdasan yang mencakup berpikir dalam gambar, serta mampu untuk menyerap, mengubah dan menciptakan kembali berbagai macam aspek visual (arsitek, fotografer, designer, pilot, insinyur)
Ciri-ciri :
- Kepekaan tajam untuk detail visual, keseimbangan, warna, garis, bentuk dan ruang
- Mudah memperkirakan jarak dan ruang
- Membuat sketsa ide dengan jelas

4. Kecerdasan Kinestetik-Jasmani

Kecerdasan menggunakan tubuh atau gerak tubuh untuk mengekspresiakan gagasan dan perasaan (atlet, pengrajin, montir, menjahit, merakit model)
Ciri-ciri :
- Menikmati kegiatan fisik (olahraga)
- Cekatan dan tidak bias tinggal diam
- Berminat dengan segala sesuatu

5. Kecerdasan Musikal

Kecerdasan untuk mengembangkan, mengekspresikan dan menikmati bentuk musik dan suara (konduktor, pencipta lagu, penyanyi dsb)
Ciri-ciri :
- Peka nada dan menyanyi lagu dengan tepat
- Dapat mengikuti irama
- Mendengar music dengan tingkat ketajaman lebih

6. Kecerdasan Interpersonal

Kecerdasan untuk mengerti dan peka terhadap perasaan, intensi, motivasi, watak dan temperamen orang lain (networker, negotiator, guru)
Ciri-ciri :
- Menghadapi orang lain dengan penuh perhatian, terbuka
- Menjalin kontak mata dengan baik
- Menunjukan empati pada orang lain
- Mendorong orang lain menyampaikan kisahnya

7. Kecerdasan Intrapersonal

Kecerdasan pengetahuan akan diri sendiri dan mampu bertidak secara adaptif berdasar pengenalan diri (konselor, teolog)
Ciri-ciri :
- Membedakan berbagai macam emosi
- Mudah mengakses perasaan sendiri
- Menggunakan pemahamannya untuk memperkaya dan membimbing hidupnya
- Mawas diri dan suka meditasi
- Lebih suka kerja sendiri

8. Kecerdasan Naturalis

Kecerdasan memahami dan menikmati alam dan menggunakanya secara produktif dan mengembangkam pengetahuan akan alam
(petani, nelayan, pendaki, pemburu)
Ciri-ciri :
- Mencintai lingkungan
- Mampu mengenali sifat dan tingkah laku binatang
- Senang kegiatan di luar (alam)

9. Kecerdasan Eksistensial

Kecerdasan untuk menjawab persoalan-persoalan terdalam eksistensi atau keberadaan manusia (filsuf, teolog)
Ciri-ciri :
- Mempertanyakan hakekat segala sesuatu
- Mempertanyakan keberadaan peran diri sendiri di alam/ dunia

Sabtu, 21 Januari 2012

Mempercantik Tampilan Rumah dengan 'Vertical Garden'

Pada masa sekarang, Vertical garden masih belum familiar di kalangan masyarakat Indonesia. Jauh sebelum dikenal di Indonesia, masyarakat dari negara-negara yang memiliki lahan terbatas sudah memanfaatkan solusi ini, contohnya di Jepang. Pemerintah Singapura menunjukkan dukungan dengan memberikan inisiatif kepada masyarakat atau bangunan untuk menggunakan vertical garden. Di negara-negara yang lahannya mahal, vertical garden bukan menjadi sebuah pilihan lagi tapi sebuah keharusan.

Masyarakat di Indonesia dapat menggunakan solusi ini untuk menghadirkan nuansa segar dan hijau di rumah sendiri. Cara ini juga dapat membantu menghasilkan udara segar di antara pekatnya polusi kota.  

Contoh Vertical Garden
Vertical garden adalah suatu bentuk cara penanaman dengan menggunakan arah vertikal.
Pada prinsipnya sistem penanaman pada vertical garden  tidak berbeda dengan sistem penanaman hidroponik pada umumnya. Asalkan semua kebutuhan tanaman terpenuhi, maka tanaman akan tumbuh secara optimal.

Mungkin kita pernah terheran-heran dengan sistem penanaman hidroponik, di mana tanaman bisa tumbuh dengan sangat subur tanpa menggunakan media tanah sama sekali.

Rahasianya, unsur hara tanaman (pupuk) disuplai dengan melalui penyiraman tanaman. Akar tanaman menancap pada berbagai jenis media tanam yang digunakan. Di mana media tersebut hanya berfungsi sebagai alat untuk berpegangan akar tanaman sehingga bisa menopang tubuh tanaman.

Semua kebutuhan nutrisi tanaman disuplai melalui penyiraman tanaman. Berbagai bahan bisa digunakan sebagai media untuk tempat akar mencengkeram dan menopang tubuh tanaman.
Media tanamnya juga tidak terlalu banyak dan anda dapat dengan mudah mengganti tanaman dengan tanaman lain jika sudah bosan.

Penerapan cara ini masih sangat sulit dilakukan jika anda ingin membuatnya secara mandiri. Penanaman ini biasanya dapat dipesan dan harganya rata-rata cukup mahal, sekitar Rp 1 juta/m2, sehingga kita harus merogoh kocek lebih dalam bila anda ingin memilih cara ini untuk menghias rumah.

Diberdayakan oleh Blogger.